Halo !!! Nama Saya Wahid Priyono, S.Pd, ini adalah blog pribadi saya tentang pendidikan dan pengajaran di sekolah

Ciri-Ciri dan Arah Perubahan Sosial Masyarakat

A.     Ciri-ciri Perubahan Sosial

Perubahan sosial dalam masyarakat mempunyai ciri-ciri yang berbeda, di antaranya adalah sebagai berikut.

1.      Tidak Ada Masyarakat yang Statis

Setiap masyarakat pasti mengalami perubahan baik secara cepat maupun lambat. Ini berarti bahwa tidak ada satupun masyarakat yang diam, stagnan, atau mandek. Meskipun suatu masyarakat tinggal di dalam hutan terpencil, tanpa pengaruh dari luar sama sekali, tetap akan mengalami perubahan. Hal ini disebabkan karena pada hakikatnya manusia memiliki naluri untuk mengubah nasibnya agar lebih baik dan menjadi cita-cita mereka.

2.      Proses Perubahan Sosial Budaya Bersifat Mata Rantai (Merupakan Suatu Sistem)

Perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga sosial tertentu, akan diikuti dengan perubahan-perubahan sosial budaya lainnya. Perubahan sistem politik di suatu negara akan mempengaruhi sistem ekonomi. Perubahan sistem ekonomi akan berdampak pada sistem sosial lainnya. Dengan demikian, sangat tidak mungkin untuk menutup lembaga-lembaga tertentu dari pengaruh proses perubahan.

B.     Arah Perubahan Sosial

Dalam konsepsi perubahan sosial, ada beberapa teori yang dikemukakan oleh para ahli yang masih sangat relevan untuk dikaji. Beberapa teori perubahan sosial tersebut di antaranya sebagai berikut.

1.      Teori Evolusioner

Perubahan sosial memiliki arah tetap yang dilalui oleh masyarakat. Semua masyarakat melalui urutan penahapan yang sama dan bermula dari tahap perkembangan awal menuju perkembangan terakhir. Apabila tahapan terakhir telah tercapai, maka saat itu perubahan evolusioner  telah berakhir. Prinsip terpenting dari teori evolusioner adalah tahapan masyarakat berawal dari kelahiran, pertumbuhan, dan kesempurnaan.

2.      Teori Siklus

Salah satu penganut teori siklus adalah Arnold Toynbee (1889-1975). Toynbee adalah seorang sejarawan Inggris yang menilai bahwa peradaban besar berada dalam siklus kelahiran, pertumbuhan, keruntuhan, dan kematian. Kemudian akan melahirkan peradaban baru, dan begitu seterusnya.

3.      Teori Fungsional

Teori ini memandang bahwa setiap elemen masyarakat memberikan fungsi terhadap elemen masyarakat lainnya. Perubahan yang muncul di suatu bagian masyarakat akan menimbulkan perubahan pada bagian yang lain pula.

4.      Teori Konflik

Teori ini mempunyai beberapa asumsi, antara lain:
a.       Setiap masyarakat merupakan subjek dari perubahan-perubahan sosial.
b.      Setiap masyarakat pasti mengalami pertikaian dan konflik.
c.       Setiap elemen masyarakat memberikan sumbangan terhadap disintegrasi dan perubahan.
d.    Setiap masyarakat hidup berdasarkan pada paksaan yang dilakukan oleh satu anggota masyarakat ke anggota lainnya.


Empat teori di atas, merupakan teori yang paling banyak digunakan para ahli ilmu sosial. Di samping kedua teori tersebut, terdapat beberapa teori arah perubahan sosial, seperti teori fungsional, teori konflik, dan sebagainya. 

You Might Also Like:

Tambahkan Komentar

Disqus Comments