Halo !!! Nama Saya Wahid Priyono, S.Pd, ini adalah blog pribadi saya tentang pendidikan dan pengajaran di sekolah

Faktor Internal Eksternal Pemicu Terjadi Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Tumbuhan

Setiap tanaman pasti selalu melakukan aktivitas pertumbuhan dan perkembangan. Proses pertumbuhan pada tanaman selalu diawali dengan proses perkecambahan biji. Dimana proses perkecambahan biji akan menghasilkan bakal akar, daun, dan batang utama.

Pertumbuhan pada tumbuhan didefinisikan sebagai proses pertambahan ukuran, volume sel, serta bertambahnya susunan kimiawi yang terkandung di dalam sel makhluk hidup tersebut. Pertumbuhan bersifat tidak dapat kembali pada bentuk semula (irreversible), serta bersifat kuantitatif (dapat diukur atau dinyatakan dengan angka.

Sementara itu, proses perkembangan pada tumbuhan didefinisikan sebagai proses ke arah dewasa karena sel-selnya telah mengalami kompleksitas ke arah yang lebih sempurna, sebagai contoh adalah proses perkembangan sel-sel gamet jantan maupun sel gamet betina pada saat terjadinya meiosis di alat reproduksi manusia/hewan/tumbuhan. Perkembangan bersifat balik (reversible), serta dapat dideskripsikan dalam bentuk ungkapan atau kata-kata.

Tanaman Cabe Sedang Masa Pertumbuahan dan Perkembangan
Tanaman Cabe Sedang Masa Pertumbuahan dan Perkembangan, Photo Original by: Wahid Priyono (Gurugalau.com).


Faktor-Faktor Internal dan Eksternal Pemicu Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman

Adapun faktor pemicu pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan yakni ada dua, yaitu faktor internal (faktor dari dalam), serta faktor eksternal (faktor dari dalam). Kedua faktor ini memiliki fungsi berbeda, namun penting diperoleh oleh tanaman dalam menunjang tumbuh-kembangnya menjadi tumbuhan yang produktif dan bagus.

1. Faktor Internal

Faktor internal yang mempengaruhi laju pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Enzim, merupakan salah satu senyawa kimiawi biokatalisator yang mampu membantu dalam memecah, mempercepat reaksi kimiawi biologi di dalam tubuh hewan maupun tumbuhan. Enzim bersifat katalisator maksudnya adalah enzim bekerja bolak-balik, mempercepat terjadinya reaksi kimiawi tapi tidak ikut bereaksi. Enzim juga berkerja secara spesifik mengikuti bentuk substratnya. Ada dua teori enzim, yaitu teori enzim gembok dan anak kunci, serta teori enzim induksi;
  • Gen, merupakan faktor genetik yang diwariskan secara turun-temurun. Di dalam gen terdapat materi/substansi genetik berupa DNA, RNA, dan protein-protein spesifik yang berperan dalam kehidupan sel dan makhluk hidup. Gen juga berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup, serta berperan untuk mengontrol seluruh aktivitas hidup sel;
  • Hormon, merupakan senyawa kimiawi yang juga penting dalam membantu sistem regulasi di dalam tubuh tumbuhan. Hormon berperan untuk pertumbuhan sel, merangsang penambahan jumlah/volume sel, serta untuk pemanjangan sel. Dikenal berbagai macam jenis hormon pada tumbuhan (fitohormon) seperti hormon auksin, giberelin, sitokinin, asam traumalin, asam absisat (ABA) bertugas untuk pengguguran/absisi pada daun, hormon etilen untuk pertumbuhan dan pematangan buah, dan lain sebagainya. 


2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal pertumbuhan meliputi:

  • Cahaya, hal ini sangat penting bagi tanaman. Cahaya berperan dalam proses fotosintesis tanaman untuk menghasilkan senyawa organik (makanan) yang nantinya akan digunakan oleh tanaman sebagai nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan sel-sel, baik itu sel-sel di daerah meristematik, maupun di daerah lainnya. Cahaya yang terlalu sedikit/bahkan nuansanya gelap juga tidak bagus karena dapat mengakibatkan tanaman mengalami gejala etiolasi, yang ditandai dengan batang tanaman kurus dan tinggi-tinggi, serta warna daun maupun batangnya menjadi lebih pucat; Cahaya juga memperlambat pertumbuhan;
  • Suhu, merupakan faktor terpenting yang juga penting diketahui. Suhu tinggi (di atas 55 derajat Celcius biasanya akan memudahkan enzim mengalami denaturasi (gugus proteinnya rusak), enzim pada tumbuhan akan rusak dan ini bisa menyebabkan ketidakefektifan tumbuhan dalam menghasilkan tanaman yang berkualitas. Sementara itu, pada suhu di bawah 0 derajat Celcius biasanya enzim tidak bekerja, namun jika suhunya dinaikan maka enzim akan bekerja hingga batas optimumnya.
  • Unsur Hara, yaitu nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Di tanah juga sudah mengandung nutrisi, namun nutrisi (unsur hara) juga bisa diperoleh dari penambahan pupuk anorganik maupun pupuk organik pada tanaman. Setiap pupuk pasti memiliki kandungan unsur hara berbeda, namun setidaknya mengandung unsur Nitrogen (N), Kalium (K), Kalsium (Ca), Molibdenum, Magnesium (Mg), dan lain sebagainya;
  • Air dan Tanah. Air merupakan pelarut alamiah yang penting dalam menunjang tumbuh kembang tanaman. Air juga berperan penting supaya tanaman tetap segar, tidak mudah layu, serta tidak mengalami dehidrasi/kekurangan cairan. Sementara itu, tanah digunakan sebagai media yang paling efektif bagi penyediaan nutrisi untuk tanaman;
  • Iklim dan Curah Hujan, jadi setiap tanaman mempunyai kecocokan iklim yang berbeda-beda untuk tumbuh dan berkembang. Tidak mungkinkan tanaman kurma dapat hidup di iklim dingin? jadi iklim juga sangat berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu, curah hujan juga berpengaruh, pastikan anda mengetahui jumlah curah hujan yang baik bagi jenis-jenis tanaman yang dibudidaya, karena hal ini juga akan berpengaruh terhadap produksi buah maupun sayur yang dihasilkan.
Itulah tadi penjelasan tentang faktor pemicu terjadinya laju pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan, semoga informasi di atas berguna untuk anda.

You Might Also Like:

Tambahkan Komentar

Disqus Comments