Halo !!! Nama Saya Wahid Priyono, S.Pd, ini adalah blog pribadi saya tentang pendidikan dan pengajaran di sekolah

Keanekaragaman Tingkat GEN, JENIS/SPESIES, dan EKSOSISTEM

Keanekaragaman hayati di Indonesia begitu melimpah. Karena begitu melimpahnya, bangsa portugis, belanda, inggris ingin menguasai hasil bumi di Indonesia. Flora dan fauna di Indonesia begitu beragam, dan tentu saja hal ini memberi dampak positif bagi negara Indonesia yang mempunyai banyak ragam tumbuhan dan hewan-hewan yang patut dilestarikan.

Menurut salah satu pakar botani, yakni Soejarni (1996), istilah keanekaragaman hayati (biodiversitas) menyangkut keunikan suatu spesies dan genetik dimana makhluk hidup tersebut menetap.

Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen Pada Berbagai Jenis Cabe
Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen Pada Berbagai Jenis Cabe. Photo Original by: Wahid Priyono (Gurugalau.com).

Keanekaragaman hayati dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu keanekaragaman hayati tingkat gen, tingkat spesies/jenis, dan tingkat ekosistem.

1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen

Keanekaragaman gen merupakan keanekaragaman individu dalam suatu jenis makhluk hidup. Keanekaragaman tingkat gen menimbulkan variasi antar individu sejenis, misalnya keanekaragaman gen pada manusia.

Keanekaragaman tingkat gen dapat dilihat pada perbedaan sifat/ciri khas pada makhluk hidup, seperti warna mata (biru, hitam, dan cokelat), ukuran tubuh, warna kulit, warna rambut, bentuk dagu, bentuk telinga, bentuk hidung, serta bentuk rambut (ikal, lurus, keriting).

Keanekaragaman sifat pada makhluk hidup dipengaruhi oleh gen sebagai faktor pewaris sifat (genotif). Adapun contoh keanekaragaman genetik (tingkat gen) misalnya: Mangga gedong, mangga harum manis, mangga golek, mangga kweni. Atau contoh lainnya misalnya: cabe rawit, cabe besar, cabe lado F1, dan lainnya.

Setiap makhluk hidup tersusun atas gen. Dan di dalam gen terdapat substansi genetik berupa DNA dan RNA sebagai pengontrol ciri sifat yang diwariskan induk kepada keturunannya.

Keanekaragaman tingkat gen dapat terjadi akibat perkawinan anatar makhluk hidup sejenis (satu spesies).


2. Keanekaragaman Hayati Tingkat Spesies/Jenis

Keanekaragaman hayati tingkat jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antarjenis (interspesies) dalam satu genus.

Keanekragaman jenis/spesies mudah diamati daripada keanekaragaman gen. Hal ini karena keanekaragaman tingkat genus lebih mencolok daripada tingkat gen, misalnya: tumbuhan sirsak (Annona muricata) dan srikaya (Annona squamosa) yang keduanya berada pada genus sama, yaitu Annona, namun secara fisik/morfologi keduanya tetap ada perbedaan ciri.

3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem/Komunitas

Keanekaragaman hayati tingkat eksositem didefiniskan sebagai keanekaragaman makhluk hidup karena adanya perbedaan letak geografis. Kondisi iklim, cuaca, curah hujan, suhu, intensitas cahaya akan berpengaruh terhadap jenis-jenis tumbuhan (flora) dan hewan (fauna) yang hidup di daerah tersebut.

Contoh keanekaragaman ekosistem dapat dilihat pada: pohon kelapa di daerah pantai akan memiliki batang tinggi-tinggi dibandingkan pohon kelapa di daerah dataran tinggi. Atau pohon kurma tidak akan cocok ditanam di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia, akan tetapi lebih cocok ditanam di daerah Arab Saudi yang beriklim sangat panas.

You Might Also Like:

Tambahkan Komentar

Disqus Comments