Halo !!! Nama Saya Wahid Priyono, S.Pd, ini adalah blog pribadi saya tentang pendidikan dan pengajaran di sekolah

Perbedaan Sintesis Protein Pada Prokariotik dan Eukariotik

Sintesis protein merupakan proses metabolisme di dalam tubuh makhluk hidup yang mengubah komponen protein menjadi komponen asam-asam amino tertentu. Adapun tujuan dari sintesis protein yaitu untuk menghasilkan protein spesifik dan protein fungsional.

Sintesis protein dapat terjadi pada makhluk hidup bersel prokariotik dan sel eukariotik. Seperti diketahui bahwa makhluk hidup bersel prokariotik contohnya adalah bakteri/monera, virus, beberapa mikroba lainnya. Sementara itu, makhluk hidup bersel eukariotik misalnya manusia, hewan, tumbuhan, dan ganggang hijau-biru.

Praktikum Biologi
Praktikum Biologi. Photo Original by: Wahid Priyono

Perbedaan sintesis protein pada makluk prokariotik dan eukariotik terletak pada tempat terjadinya transkripsi dan translasi.

1. Sintesis Protein Pada Makhluk Hidup Prokariotik

Pada makluk hidup prokariotik, tempat terjadinya transkripsi DNA dan translasi terjadi pada tempat yang sama, yaitu di dalam sitoplasma. transkripsi DNA akan menghasilkan mRNA (dRNA) yang merupakan promotor untuk mencetak asam-asam amino spesifik saat terjadinya translasi di sitoplasma. mRNA akan menyocokan pasangan triplet basa nitrogennya dengan triplet basa nitrogen yang dibawa oleh tRNA. Setelah dicocokkan, maka akan terbentuklah beberapa jenis asam amino spesifik melalui serangkaian kegiatan translasi. Dalam kegiatan translasi melibatkan tiga proses yaitu: inisiasi, elongasi, terminasi. Akhir dari terminasi adalah terbentuknya polipeptida (serangkaian asam-asam amino spesifik) yang akan digunakan untuk proses pembentukan enzim, hormon, dan lain sebagainya.

2. Sintesis Protein Pada Makhluk Hidup Eukariotik

Pada makhluk bersel eukariotik, maka tempat terjadinya transkripsi DNA dan translasi terjadi pada tempat yang berbeda. Transkripsi DNA terjadi di dalam nukleus (inti sel) menghasilkan pre-mRNA, kemudian pre-mRNA tersebut akan dimatangkan, barulah menjadi mRNA yang sudah matang. mRNA yang sudah matang kemudian akan meninggalkan inti sel melalui pori nukleus menuju ke sitoplasma. Di sitoplasma inilah mRNA akan mengalami proses translasi, dimana translasi mRNA melibatkan tRNA dan rRNA. tRNA berperan dalam membawa asam amino spesifik yang akan menyocokkan triplet basa nitrogennya dengan mRNA yang berjejer. Setelah menyocokkan pasangan triplet kodonnya, maka akan terbentuklah asam-asam amino spesifik dalam bentukan peptida-peptida.


You Might Also Like:

Tambahkan Komentar

Disqus Comments