Halo !!! Nama Saya Wahid Priyono, S.Pd, ini adalah blog pribadi saya tentang pendidikan dan pengajaran di sekolah

Faktor Internal serta Eksternal Pemicu Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Tanaman memiliki fungsi fisiologis, yaitu melaksanakan aktivitas tumbuh dan berkembang, reproduksi, memerlukan nutrisi, dan lain sebagainya.
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan selalui diawali dengan proses perkecambahan. Proses perkecambahan yaitu suatu proses tumbuh dan diawali dengan masuknya air pada sel-sel biji di dalam kotiledon.
Sebelum perkecambahan berlangsung, sebenarnya tanaman sudah melakukan proses dormansi biji, yaitu biji untuk sementara waktu tidak berkecambah.
Ada dua faktor penting yang memengaruhi laju pertumbuhan dan perkembangan pada tanamman, yaitu ada faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor Internal (Faktor Dalam)
Faktor internal (faktor dalam) yang mempengaruhi laju pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dapat berupa hormon, enzim, gen sebagai pengontrol kode genetik dan menyimpan informasi penting yang disimpan di dalam kromosom.
1.       Hormon
Hormon memegang peranan penting bagi tumbuhan. Hormon sebagai pengatur aktivitas hidup tumbuhan sekaligus untuk sistem regulasi tumbuhan.
Dikenal berbagai macam jenis hormon, yaitu hormon auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, dan lain sebagainya.
Hormon-hormon di atas tentu saja mendukung bagi tanaman untuk tumbuh dan berkembang, pembelahan sel, pemanjangan sel, dan untuk reproduksi sel.

2.       Enzim
Enzim pada tumbuhan berperan penting sebagai biokatalisator untuk membantu dalam fisiologis tumbuhan, termasuk untuk metabolisme sel, membantu proses fotosintesis, katabolisme karbohidrat dan juga berbagai kegiatan sintesis protein pada tumbuhan juga memerlukan enzim.

3.       Gen (DNA dan RNA)
DNA (Deoxyribonucleic Acid) merupakan komponen penting yang tersimpan di dalam inti sel (pada makhluk hidup eukariotik, seperti halnya tumbuhan, hewan, manusia, dan beberapa jenis protista).
Gen sebagai faktor pembawa informasi genetik, berupa kode-kode dan urutan basa nitrogen tertentu yang nantinya akan diekspresikan dalam bentuk fenotif (yang nampak, dan bisa dirasakan oleh alat indera). Misalnya fenotifnya tanaman sangat tinggi, daunnya lebat, rasa buahnya masam, rasa buahnya manis, pertumbuhan akarnya sedikit.
Faktor Eksternal (Faktor Luar)
Adapun faktor eksternal (faktor luar yang memengaruhi laju pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diantaranya yaitu:
1.       Cuaca dan Iklim
Cuaca memegang peranan penting dalam proses pertumbuhan. Cuaca yang bagus ternyata dapat mendukung laju pertumbuhan tanaman, sementara suhu yang ekstrem (tidak baik) juga ternyata dapat menghambat pertumbuhan.
Iklim juga sangat berperan penting dalam pertumbuhan. Iklim tropis layaknya seperti di negara Indonesia memang cukup cocok untuk pertumbuhan berbagai macam jenis tanaman budidaya hortikultura. Namun, tentu saja setiap tumbuhan yang hidup pada iklim yang berbeda pastinya adaptasi, ketercukupan nutrisi, dan lain sebagainya pasti berbeda.
2.       Suhu dan pH
Suhu yang rendah dapat menghambat perkecambahan biji. Sementara itu, suhu yang terlalu tinggi juga dapat mengambat pertumbuhan, karena kerja enzim terganggu. Enzim akan rusak pada suhu tinggi (di atas 45 derajat celcius).
Namun, setiap enzim pasti mempunyai suhu optimumnya untuk bekerja secara aktif. Sementara itu, tingkat keasaman pada tanah juga mempengaruhi pertumbuhan. Tanah yang terlalu asam juga tidak bagus, sehingga banyak para petani yang menambahkan kapur dolomit untuk menetralkan tanah yang asam tersebut.
3.       Kelembaban Udara
Kelembaban udara juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Kelembaban tanah juga penting dijaga untuk meningkatkan hasil tumbuh tanaman secara optimal. Kelembaban udara tidak boleh terlalu tinggi dan juga terlalu rendah.
4.       Jenis Tanah
Setiap tanaman akan tumbuh pada jenis tanah berbeda-beda. Sebagai contoh, tanaman cabe akan cukup optimal jika dibudidaya/ditanam pada tanah lempung berpasir.
Adaptasi tanaman terhadap jenis tanah tertentu memang harus diperhatikan dan dipertimbangkan oleh para petani sebelum menanam jenis tanaman sayur mayur, buah, tanaman umbi dan berkarbohdirat lainnya.
5.       Unsur Hara
Sebenarnya unsur hara sudah tersedia di dalam tanah, namun jumlahnya tidak terlalu banyak sehingga penting sekali ditambahkan dari jenis pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk kandang, kompos, pupuk hayati, dan juga pupuk urea, KCL, Phonska, dan jenis pupuk lainnya.
Unsur hara mikro dan unsur hara makro diperlukan oleh tanaman dalam jumlah cukup. Pastikan beri tanaman secukup mungkin, jangan sampai kurang dan juga berlebihan.
6.       Cahaya Matahari
Cahaya matahari dibutuhkan tanaman untuk proses fotosintesis tanaman. Fotosintesis bertujuan untuk menghasilkan makanan melalui serangkaian reaksi metabolisme, yaitu anabolisme.

Selain itu, cahaya juga menghambat pertumbuhan, itulah mengapa jika tanaman diletakan pada tempat gelap akan mengalami etiolasi yang dicirikan dengan batang tanaman kurus dan tinggi-tinggi.

You Might Also Like:

Tambahkan Komentar

Disqus Comments