Halo !!! Nama Saya Wahid Priyono, S.Pd, ini adalah blog pribadi saya tentang pendidikan dan pengajaran di sekolah

TERMINOLOGI SABUN DAN DETERJEN

TERMINOLOGI SABUN DAN DETERJEN

Menurut Wasitaatmadja (1997: 96) bahwa umumnya masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, berpendapat bahwa sabun dan deterjen merupakan hal yang berbeda, bahkan banyak yang mengatakan bahwa sabun adalah lawan dari deterjen. Berbeda dengan pendapat ahli kimia, sabun atau berbagai macam sediaan pembersih kulit modern, baik berbentuk batang (bar), cair (liquid), atau bubuk (powder), adalah deterjen. Deterjen berasal dari kata detergere yang berarti “membersihkan”, yang sesuai dengan tujuan semula pembuatan campuran tersebut.

Wasitaatmadja (1997: 96) juga mengemukakan bahwa campuran tersebut dinamakan sapo oleh orang Yunani. Kata sapo diambil dari proses pembuatannya yang dikenal sebagai saponifikasi (penyabunan). Pada awal abad ke-19 ditemukan suatu bahan sintesik di Jerman. Bahan tersebut awalnya digunakan sebagai bahan pencuci pakaian, yang kemudian digunakan sebagai pengganti bahan konvensional yang disebut sebagai deterjen sintetik (synthetic detergents atau syndet). Untuk membedakannya maka sabun disebut sebagai sabun konvensional, sedangkan syndet disebut sebagai deterjen bebas/tanpa sabun (soap free/nonsoap detergent).


Pendapat lain dikemukakan oleh Ratna (2010) bahwa deterjen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Dibanding dengan sabun, deterjen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air. Detergen merupakan garam natrium dari asam sulfonat.

Ratna (2010) menjelaskan bahwa untuk menyempurnakan kegunaannya, biasanya pabrik menambahkan natrium perborat, pewangi, pelembut, naturium silikat, penstabil, enzim, dan zat lainnya agar fungsinya semakin beragam. Tapi diantara zat-zat tersebut ada yang tak bisa dihancurkan/dilarutkan oleh mikroorganisme sehingga menyebabkan pencemaran air. 

Selain itu, limbah detergen juga menyebabkan pencemaran tanah yang menurunkan kualitas kesuburan tanah yang mengakibatkan tanaman serta hidupan tanah termasuk cacing mati. Padahal cacing bisa menguraikan limbah organik, non organik & menyuburkan tanah.


You Might Also Like:

Tambahkan Komentar

Disqus Comments